aku lalu menghampiri sekelompok panglima2 kecil. kulihat corat-coretan mereka. meskipun belum tergambar sempurna namun aku masih bisa menangkap sedikit2 maksud yang mereka ingin sampaikan. lalu, aku tertarik melihat gambar dimas, muridku yang paling ganteng dikelas, hehe. kemudian aku mencoba menanyakan apa yang sedang dipikirkannya untuk tema kelompok kali ini.
aku: ayah yang hebat menurutmu seperti apa, dim?
dimas: *ayah yang aku mau...itu seperti ayahku, ditambah seperti ayahnya mildan, ditambah ayahnya oka, dan ayahnya reynarld, itu baru oke bu.
aku: waw...banyak sekali gabungannya, bisa ceritakan ke ibu kenapa kamu mau jadi ayah hebat seperti gabungan semua itu?
dimas: ayah mildan itu oke bu. ia tau segala macem tentang motor.
memang dari dulu dimas sangat ingin bisa naik motor, tetapi selalu dilarang ayahnya karena masih kecil. maklumlah dimas memang masih berusia 9 tahun. namun ayah mildan tak pernah menunjukkan sikap yang mengecilkan dimas. kalo dimas datang ke bengkel kecil miliknya, dia selalu menerangkan dan membolehkan dimas mencoba. seperti mengegas, belajar mengendurkan sekrup, naik di atas motor yang sedang direparasi, menyalakan mesin, dan mereka suka berteriak-teriak di tengah deru gas yang dimainkan oleh dimas
ayah mildan tak pernah mengecilkan mereka. ayah mildan selalu menerangkan, sebelum bisa menaiki motor, maka yang harus dimiliki adalah ilmu mengenai motor, penyakit2nya, cara mengatasinya, proses bekerjanya motor, serta cara merawatnya.
dimas: iya bu, aku suka sama ayah mildan solanya dia selalu ngasih nasihat sama ku soal motor. trik2, dan macem2. ia pernah bilang " ama motor, kita mesti kenal dulu, jangan ampe dia jatohin kite, kayak kuda yang masih liar. motor juga punya rahasia. kagak kayak anak2 yang nekat noh..pada berani nekat doank. pada ngebut2an, eg giliran jatoh baru tuh pada nyesel.die kire naik motor bisa seenaknya. kagak dim..nih makannya belajar dari ahlinye..." gitu, bu. aku sih ya bu sebenernya juga udah tau kalo anak kecil belum boleh naik motor. tapi kalo ama ayah mildan aku tuh seneng, aku gak pernah dilarang untuk nyoba naik motor. bahkan aku diajarin macem2 bu.
aku manggut2. oh ternyata anak kecil juga tidak suka dikecilkan ya oleh orang dewasa. mrereka harus diposisikan sebagai orang yang ingin dihargai dan dihormati seperti orang dewasa. anak-anak memang harus diberikan sebuah ruang yang nyaman untuk memenuhi rasa penasarannya. tanpa mengecilkan tapi tetap menjaga mereka dari kenekatan-kenekatan dan kekeliruan. ooh, jadi ini nih tipe ayah yang baik.
aku: terus, kalo ayah oka kenapa?
dimas: aku seneng sama ayah oka soalnya setiap aku main ke rumah oka, ayahnya selalu memanggil aku dengan panggilan2 aneh bu. terus tiba2 aku disambut dengan tosan2 aneh, gaya2 yang aneh kaya tari2 indian, macem deh bu. ayah oka tuh menyenangkan banget.
hmm, aku kembali manggut2. ya, ya. ayah oka memang seorang entrepreneur. pantas saja ia bisa sering berjumpa dengan teman anak2nya ketika mereka sedang bermain ke rumah oka. ayah oka memang terlihat ramah. terbukti saat pengambilan raport semester awal hampir semua anak lelaki di kelas ini kenal dengan ayah oka. bahkan mereka seperti bertemu dengan temannya sendiri. ooh, menjadi seperti teman dan membuat kedekatan dengan julukan dan gayayang menyenangkan, itu salah satu kuncinya lagi.
aku: terus kalo dari ayahnya reynard apa dim?
dimas: kalo ayah reynard itu dia pinterrr...banget. dia selalu tau bu soal apa aja. kalo aku main ke rumah reynard, pasti ayahnya banyak bercerita soal kehidupan binantang, penelitian luar angkasa, UFO, alien, HP terbaru, kesenian dan budaya...pokoknya apa aja dia tau bu...aku seneng jadinya, kalo diajak ngobrol asik banget, meskipun gak serame ayahnya mildan dan oka. tapi aku suka kalo ngobrol sama ayah reynard"
aku kembali manggut untuk kesekian kalinya. ooh..ohh..jadi ini toh gambaran seorang ayah hebat yang dimiliki oleh seorang dimas.
dimas: makannya bu, kalo aku besar nanti aku mau jadi kayak mereka
aih, subhanallah. anak sekecil ini sudah mempunyai gambaran seorang ayah yang hebat didirinya.
ayah hebat untuk anak yang hebat
seorang ayah memang memiliki peranan yang sangat penting. setidaknya hal ini pernah saya ungkapkan di sebuah notes saya. Kelekatan dan keterlibatan seorang ayah dengan anaknya berasosiasi dengan perkembangan kognitif serta social anak. kelekatan emosi antara ayah dan anaknya dapat mempengaruhi kesejahteraan anak, perkembangan kognitif, serta perkembangan social secara positif Bahkan keterlibatan seorang ayah juga berkorelasi positif dengan kecerdasan yang dimiliki oleh anaknya.
untuk melakukan pendidikan dan membentuk karakter anak dalam pengasuhan, gak mungkin lah peran seorang ibu akan optimal kalo gak pernah didukung dengan seorang ayah yang hebat. seorang ibu yang sudah semaksimal mungkin dalam kegiatan pengasuhan tetap tidak akan optimal peran dan fungsinya kalo tidak mendapatkan pasokan perhatian, keterlibatan, serta keterikatan ayah dalam hal pengasuhan anak. dan bukankah peran seorang ayah juga sudah tertulis dalam sebuah peristiwa di zaman Umar bin kHatab:
Seorang datang kepada Umar r.a. berkata: "Puteraku ini durhaka kepadaku." Maka datang Umar r.a. berkata kepada anak lelaki itu: "Apakah kau tidak takut kepada Allah s.w.t? Engkau telah berbuat durhaka terhadap ayahmu, engkau tahu kewajiban anak untuk orang tuanya ......(begini dan begitu). Lalu anak itu bertanya: "Ya Amirul mu'minin, apakah anak itu tidak berhak terhadap ayahnya?" Jawab Umar: "Ada hak yakni harus memilihkan ibu yang bangsawan, jangan sampai tercela kerana ibunya, harus memberi nama yang baik, harus mengajari kitab Allah s.w.t." Maka berkata anak itu: "Demi Allah, dia tidak memilihkan untukku ibuku, dia membeli budak wanita dengan harga 400 dirham dan itu ibuku, dia tidak memberi nama yang baik untukku, saya dinamai kelawar jantan dan saya tidak diajari kitab Allah s.w.t. walau satu ayat." Maka Umar r.a. menoleh kepada ayahnya dan berkata: "Engkau telah durhaka kepada anakmu sebelum ia durhaka kepadamu. Pergilah engkau dari sini."
jadi sekali lagi, untuk membentuk seorang anak yang hebat, tak hanya ibu yang harus hebat, tapi ayahnya juga harus hebat. intinya saling bantu membantulah...
dan...yuk dari sekarang wahai para calon orangtua, mari rumuskan akan menjadi orangtua yang seperti apa kita nantinya dan akan mendekatkan diri dengan anak dengan cara yang seperti apa...tapi kalo ibu mah saya yakin akan lebih mudah terlibat emosinya dengan anak, secara 9 bulan satu tubuh plus menyusui selama 1 tahun gitu.
namun, yang ayah jangan khawatir, mari rumuskan dari sekarang dan bersiap to be a good daddy...
*hasil kolaborasi pemikiran saya dan kisah yang diambil dari artikel kongres ayah dalam buku semua ayah adalah bintang (neno warisman)
No comments:
Post a Comment