Tuesday, 17 June 2008

Berbicara tentang idealisme...

Masih mahasiswa jadinya masih idealis, coba aja kalo udah kerja, makan tuh idealis...

 

Ya, kalimat diatas itu pernah dilontarkan oleh seorang teman.... Katanya saat menjadi mahasiswa idealisme kita begitu tinggi untuk kritis terhadap berbagai kebijakan, menolak segala bentuk kecurangan (korupsi), dan semacamnya, tapi kalo udah kerja...hmm?! Aku jadi bertanya-tanya, emangnya kalo udah masuk dunia kerja, diri yang tadinya ‘suci’ jadi dapat menerima segala ‘kekotoran’ ya?  Emangnya kalo udah kerja, batas halal dan haram itu menjadi kian tipis ya?

Emang sih, kalo kita dapet tempat kerja yang sistemnya udah buruk (warisan korupsi sudah mendarah daging misalnya), agak susah untuk merubahnya. Tapi aku percaya kalo kita emang bener-bener teguh, kenapa harus takut. Jadi inget cerita dalam komik Ministry of Finance, si MOF yang lugu dan polos terjebak di dalam kebobrokan departemen keuangan. Tapi si MOF bukannya mundur, malah ia sangat tegar membongkar berbagai penyelewengan dana di kasumigaken. Keren banget deh tuh komik, bagus loh untuk dibaca, setidaknya kita jadi tau gimana sih bentuk-bentuk penyelewengan dana itu. Yah, meskipun komik itu dibuat berdasarkan hasil observasi dari departemen keuangan dan pajak di Jepang, tapi kurasa setidaknya itu juga menggambarkan situasi yang juga terjadi di departemen-departemen pemerintahan  yang ada di Indonesia.

Bukankah memang beda ya antara yang Haq dengan yang batil, yang halal dan yang haram. Apa enaknya ya makan uang haram bermilyar-milyar kalo di akhirat kelak jadi orang yang sangat terhinakan. Ada lagi hal yang lucu, kata seorang kerabat, korupsi untuk memenuhi kebutuhan hidup mah gak papa, siapa suruh negara gak bisa ngasih mencukupi kebutuhan. Weleh, bukankah kebutuhan manusia itu memang gak ada habisnya ya? Dikasih gaji 5 juta, tapi kebutuhannya 10 juta, nanti dikasih gaji 10 juta, kebutuhannya malah jadi 15 juta.

Entahlah, memang aku yang terlalu naif atau terlalu polos ya? Yah, emang sih aku kan sekarang masih mahasiswa, jadi belum tau keadaan lingkungan kerja itu kayak gimana. Hmm, tapi aku akan bertekad untuk tetap menjaga idealismeku sampai kapanpun, karena yang haq itu akan tetap haq sampai kapanpun. Pokoknya maunya hidup yang berkah aja deh....(Amin...).

 

Hanya pemikiran seorang anak kecil, hehehe...

Monday, 9 June 2008

Jika Hidup Tidak Untuk Dakwah...

 


Terus ente mau ngapain?
Ente pergi pagi
Dengan semangat mencari duniawi
Jika angkot macet, langsung sewa taksi
Agar harta buruan tak beralih dari sisi

Ente pulang malam
Dengan jasad yang kelelahan
Nyampe di rumah mendekam hingga pagi datang

Lupakah engkau
Rasulullah bagaikan rahib di malam hari
Dan menjadi singa di siang hari
Sementara kamu
Tak peduli siang tak peduli malam
Yang penting dunia dalam genggaman

Sahabat……
Cobalah engkau renungkan
Apa sih yang ingin kau gapai sampai harus membanting tulang?
Apa sih yang ingin kau bangun hingga pagi datang?
Apa sih yang ingin kau raih hingga tubuh begitu letih?

Jujur saja, untuk urusan perutmu bukan?
Buat beli martabak atau nasi
Masuk perut lalu raib menjadi kotoran

Jujur saja, untuk prestisemu bukan?
Dinikmati, hilang entah tak berkesudahan
Atau untuk kesenanganmu?
Buat beli pakaian, poster, atau mainan idaman
Dinikmati, lalu menghilang dari pandangan

Jika engkau hidup hanya untuk itu semua
Maka harga dirimu…..
Nilainya sama dengan apa yang kamu makan
Nilainya sama dengan apa yang kamu keluarkan dari perut hitam
Nilainya sama dengan apa yang kamu rindukan

Karena jasadmu tak ubahnya seperti tembolok karung
Tempat penyimpanan semua makanan yang kamu makan
Karena jasadmu tak ubahnya seperti perekat
Tempat semua kesenangan dunia melekat

Sepekan, setahun, sewindu kau bangun sejuta pundi uang
Engkau lupa bahwa kelak yang kau bangun itu pasti akan kau tinggalkan
Engkau lupa bahwa tempat tinggalmu sesudahnya adalah istana masa depan

Tapi sahabat…..
Jika engkau hidup untuk dakwah
Tak setitik harapan pun kelak akan dirugikan
Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan

Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang
Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah
Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan
Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan

Sahabat….
Jangan terlena dengan kesenangan fana
Jangan terlena dengan gemerlapnya dunia
Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia
Tiada usah iri dan berfikir untuk hanyut bersamanya

Sahabat......
Jangan sia-siakan hidup di dunia
Bangunlah rumah dakwah
Jika kau di luaskan harta, kembalikanlah di jalan dakwah
Jika kau di luaskan waktu, hibahkanlah di jalan dakwah
Jika kau di luaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah
Jika kau di luaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayatNya
Jika kau diluaskan usia, berikan yang terbaik untukNya

Jangan jadikan dakwah sebagai kegiatan sampingan
Jangan jadikan dakwah sebagai hiburan
Jangan jadikan dakwah sebagai ajang mencari prestise
Jangan jadikan dakwah sebagai pengganti waktu luang
Jangan jadikan dakwah sebagai sarana memburu uang
Karena kelak yang kau dapatkan adalah jahannam
Sebagai balasan atas kemusyrikan yang kau jalankan

Sahabat…….
Jadikan dakwah sebagai ruh kalian di dunia
Jadikan dakwah sebagai rumah tinggal kalian di dunia
Jadikan dakwah sebagai tugas utama kalian di dunia
Jadikan bahwa dengan dakwah diri kalian begitu bahagia

Sahabat…….
Jalan dakwah inilah yang membedakan kita
Dengan para pendusta ayat-ayatNya
Dan jika engkau hidup di dunia tiada untuk tegakan risalahNya
Artinya engkau pun sama dengan mereka
Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga
Dan jika engkau hidup, dunia ini sebagai tujuan
Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhmu akan dicabut dari badan

Jika hidup tidak untuk dakwah
Trus ente mau ngapain
(Gotten from dudung.net)

 
Diambil dari salah satu artikel di http://salamduta.blogspot.com/

Friday, 6 June 2008

Sahabatku

Seharian ini, setelah lepas dari kesibukan UAS, aku menghabiskan waktu bersama sahabatku. Buat publikasi acara latansa bareng, buat essay tentang palestina yang mau ditempel di mading fakultasnya, buat headline tentang dunia pendidikan yang semakin mahal, sampai nge-net bareng di departemen biologi. Hehe, seharian ini aku bisa emang lagi ngerasa jadi anak MiPa. Abis serasa di fakultas sendiri aja tadi. Hmm..jangan-jangan aku lagi bosan neh jadi anak psikologi???? Ups, enggak boleh terjadi!!!! Coz aku kan mau jadi orang psikologi sejati. Abis, manusia itu unik banget seh!!! Yah, tapi gak papalah beristirahat sejenak, dan bermain-main di fakultas orang, sekalian membina silaturahmi juga kan sama akhwat-akhwat di sana.

Oh, ya balik lagi ke cerita aku dan sahabatku ini. Alhamdulillah aku telah bersahabat dengannya sekitar 4 tahun. Kami berkenalan dan langsung dekat ketika acara perkenalan PISMAN DUTA (Rohis SMA 2 Tangerang). Sempet ada kejadian lucu juga. Jadi, ceritanya ketika berkenalan di bawah tangga aula atas, aku mendengar ia menyebut namanya krimer, padahal ia menyebut ikrimah. Hehehe, tapi jadinya sampai sekarang aku satu-satunya orang yang memanggilnya krimer. Untungya ia gak marah, dan menganggap itu adalah panggilan kesayanganku untuknya.

Sebenarnya aku juga mempunyai seorang sahabat lagi, namanya Widya. Kami bertiga selalu dikenal dengan sebutan Pisman Angels oleh teteh-teteh di sana, karena kemana-mana kami hampir selalu bersama. Nonton konser nasyid bareng, curhat bareng, makan es buah bareng, pokoknya dimana-mana  bertiga mulu deh....Di Pisman Angels, aku dikenal sebagai akhwat yang gak bisa diem (hehehe), Ikrimah akhwat yang bijaksana  (tapi kadang-kadang gokhil juga), dan Widya akhwat yang paling lembut.

Pokoknya saat-saat SMA itu bener-bener paling indah. Sampai-sampai ketika itu kami sempat berpikir, bahwa persahabatan kami harus tetap terjalin sampai nanti kami berumah tangga dan mempunyai anak kelak. Bahkan anak-anak kami kalo bisa juga menjadi sahabat seperti ibu-ibunya. Akan tetapi, Allah ternyata punya rencana lain. Allah sangat sayang kepeda Widya. Hanya selang 4 bulan menjelang UAS, sahabatku itu dipanggil oleh Allah. Ia meninggal karena penyakitnya yang dideritanya selama 4 bulan. Sungguh, hanya Allah yang tahu tentang takdir seorang manusia. Padahal, penyakit widya itu bisa dikatakan mendadak. Ia divonis menderita meningistis. Entah apa penyebabnya, tapi yang pasti aku dan ikrimah yakin bahwa widya telah bahagia di sana. Bersama dengan Rabbnya dan para kekasihNya.

Aku tak akan pernah melupakan kisah indah yang telah terlewati bersamanya. Aku dan Ikrimah akan selalu mengenangnya. Akhwat yang tidak pernah berkata tidak untuk menolong sahabatnya, akhwat yang selalu tersenyum dengan ikhlash, dan akhwat TerKalem yang ada di angkatan kami. Kamipun selalu memohon pada Allah, agar saat di akhirat kelak kami juga akan dipertemukan kembali dalam himpunan orang-orang yang beriman. Semoga...(Amin).

Kini aku dan ikrimah insya Allah akan meneruskan harapannya. Kuliah di UI dan mendapatkan prestasi yang terbaik. Oh, Rabbi...masukkan kami semua ke dalam golongan hambaMu yang senantiasa  sealau berserahdiri padaMu...(Amin)

 

6 juni 2008

Thursday, 5 June 2008

Sendiri

Kemarin setelah selesai UAS Filman, tiba-tiba aku merasa begitu kesepian. Entahlah mungkin karena terpengaruh kisah hidupnya si Nietzche (tapi bukan pemikirannya ya), atau memang perasaannku sedang kacau balau ya waktu itu?

Huff...tapi setelah kupikir-pikir, terkadang kesendirian dan kesepian itu penting juga. Abis, kalo lagi ngerasain hal tersebut, entah kenapa aku selalu merasa lebih dekat dengan Rabbku. Mungkin karena memang hanya Ia yang selalu ada buat aku. Gak tau, jadi pengin terus-menerus baca surat cinta-Nya, pengin selalu 'curhat' dengan linangan air mata. Dan justru dengan begitu aku mulai merasa bahwa aku makhluk paling beruntung di dunia ini. Setidaknya, ketika tak ada seorangpun yang mengerti dan memahami aku, aku masih punya Kekasih yang selalu mendengar keluh kesahku.

Andaikan Nietzche tahu betapa bahagianya bisa dekat dengan Tuhan, pasti ia tidak akan pernah mengalami kegilaan dalam hidupnya.(loh ko jadi Nietzche?!)

Wednesday, 4 June 2008