Monday, 28 July 2008

Dialog aku dan Bintang

Bintang,
Malam ini kamu semakin terlihat indah di langit sana. Jarang sekali bintang, aku melihatmu sebanyak ini. Kau tak pernah menampakkan dirimu di langitku yang ada di sana. Apakah geliat ibukota membuatmu begitu malu hingga kau tak mau menampakkan dirimu seperti kau menghiasi langit di sini?


Sayang,
Bukannya aku tak mau menampakkan diri di langitmu yang ada di sana. Kau tentu tahu sayang justru manusia di sanalah yang telah membuatku menjadi tak terlihat cantik. Mereka sudah melupakan aku dengan membuat cahaya buatan yang telah menghiasi 'langit' kehidupan mereka. Aku juga tak tahu sampai kapan aku bisa menampakkan diri di sini? Kau pun melihat sendiri sayang bagaimana mereka telah merusak sebagian besar temanku yang sebenarnya membawa kesejukan bahkan sumber penghidupan bagi mereka. Lantas aku hanya makhluk yang letaknya berjuta-juta kilometer dari mereka. Mereka tak mungkin mempedulikan 'penampilanku' sayang...

Ada apa denganmu (HP ku)?

Dudue..kena apa neh hp?

Hiks2,baru 2 hari berada di tanganku, tapi tiba-tiba saja hp yang baru dihibahkan kakakku ini, aplikasi sms nya gak bisa dibuka,walhasil 2 sms yg aq terima tak dapat ku baca...

Kena viruskah?atau apa ya?! Duh aq juga gak ngerti deh?! Udah, ini mah alamat masuk service deh...
T_T

Sunday, 27 July 2008

Nestapa (Cinta)

Dan aku tak tahu lagi
Masihkah aku dapat kembali merajut mimpi?
Saat nestapa itu datang lagi
Dan selalu saja menguras linangan air mata...

*hihihi,gininihkalooranglagipatahhati¤_¤

**hanyabuahdarikeisengansetelahbertamudiMP

Langit yang tak pernah kujumpai di Jakarta

Subhanallah...Maha suci Allah yang menciptakan begitu banyak bintang di langit, hingga begitu indah menghiasi malam...

Langit di sini sangat berbeda dengan langit di jakarta, meskipun aku tahu ia memang langit yang sama...

Di sini aku bisa memandang langit yg bertabur banyak bintang...pokoknya indah banget deh...sayang, kamera ku tak bisa mengabadikan keindahannya...:(

Akhirnya sampai juga...

Setelah 3 jam menguji kesabaran di terminal grogol, setelah melewati 8 jam perjalanan...Akhirnya aku sampai juga di sini...

Tempat yang sudah hampir bertahun-tahun tak aq kunjungi...Bertemu orang-orang tercinta yang sudah amat merindukan kami...

Dan akhirnya, Alhamdulillah Allah mengizinkan kami...tiba disini..

Saturday, 26 July 2008

Satu jam berlalu...

Udah satu jam berlalu,tapi bus yg aku tumpangi tak juga beranjak dari terminal grogol...

Hua...sampai kapan neh bus kagak mau jalan2???
¤_¤


Thursday, 24 July 2008

Mirip Khan...!!!

Waktu dateng ke acara Wajah Muslim Indonesia yang diadain sama SALAM UI, pas hari ke 2, banyak yang bilang kalo aku mirip sama siini lah (salah satu panitia), mirip sama si itu lah (salah satu peserta). Waduh, emang aku punya saudara kembar  ya? Perasaan gak ada deh?!  Hehehe.

Agak sebel juga sih abis yang namanya Puti Ayu Setiani itu kan cuma satu.  Hehehe. Soalnya aku cuma mau dimirip-miripin sama masku. Kan emang bener-bener yang  saudara kandung. Mirip kan….mirip kan…?

 

Wednesday, 23 July 2008

CANGKIR 2008

Cangkir 2008 :

Bincang Kastrat In Here

bertemakan :

"MENCARI PEMIMPIN BANGSA INDONESIA YANG IDEAL"

deskripsi acara:
1. dua buah seminar
2. lomba orasi mahasiswa
3. hiburan

seminar akan mengangkat dua tema, yaitu:
1. KAJIAN KEPRIBADIAN PEMIMPIN YANG IDEAL, dengan hasil penelitian dari pakar psikologi dan juga tokoh pers
2. PEMIMPIN YANG IDEAL, dari kacamata tokoh politik nasional

lomba orasi akan diadakan dengan tema yang diberikan oleh panitia

hiburan accapella dari bintang tamu

an interesting event ever made !

  • Who I Want to Meet:

    all of the people in Indonesia who cares about our beloved country

    mahasiswa UI dan Masyarakat umum

    come and join us
    on 13 September 2008
    at Auditorium gd. H
    Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

    Don't missed it ! and be there!

  • Tuesday, 22 July 2008

    Ketika Allah Mengabulkan Doa....


    Di setiap udara yang kau temukan

    Di sana akan kau jumpai  Allah

    Yang senantiasa mendengar doamu

     

    *penggalan bait dalam Catatan Hati Di Setiap Sujudku (Asma Nadia)

     

    Agaknya kalimat  di atas memang benar adanya. Dan aku amat bersyukur atas semua keberkahan yang telah diberikan-Nya. Kau masih ingat kawan, tentang sepenggal cerita hidupku yang kutulis dalam bentuk cerpen berjudul “Ibu, Aku Ingin Kuliah...”(cerpen awal yang kubuat saat kenal  dengan multiply) ? Ternyata di balik semua takdir Allah yang tak pernah disangka serta kemudahan yang Ia berikan padaku, ada satu doa (yang baru aku ketahui) yang dahulu pernah dilantunkan oleh masku. Jadi, ceritanya ketika mengunjungi keponakanku yang ada di depok, saat bus yang kami tumpangi melewati gerbang Universitas Indonesia, masku pernah berdoa “Ya Allah, betapa bangganya jika kelak punya adik bisa kuliah di UI...” dan ibuku yang duduk di sebelahnyapun mengaminkannya. Tahukah kawan, peristiwa tersebut terjadi tiga tahun sebelum aku lulus SMA, tepatnya ketika aku duduk di bangku kelas 3 SMP, dan pada saat itu masku tengah menimba ilmu di STAN. Allah memang Maha Mendengar setiap apa-apa yang diucapkan hambaNya. Selain doa dari masku tersebut, aku juga pernah memanjatkan sebuah doa. Ketika ada acara sosialisasi UI oleh para alumni SMA ku (ketika aku duduk di bangku kelas 3 SMA), saat pulang, aku melewati mereka (kakak2 alumni) yang sedang duduk di depan meja piket. Dan ketika itu akupun bergumam di dalam hati “Bangga ya kalau bisa memakai jaket kuning? Ya Allah mungkin gak ya aku bisa kuliah?”

    Maka dari itu kawan, jangan pernah berhenti berharap dan teruslah berdoa. Karena pasti Allah akan mengabulkan doa hambaNya yang meminta. Kalaupun belum dikabulkan, yakinlah bahwa itu hanya tertunda atau hal tersebut memang yang terbaik untukmu. 

     

    Bismillahirrahmanirrahim

    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku., maka hendaklah mereka itu (memenuhi segala perintah-Ku), agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah:186)

     

    `

    Monday, 21 July 2008

    Benarkah Semua Salah Cinta...?

     

    Sebuah Dialog Antara Aku dan Cinta....

    Cinta...

    Kenapa sih kamu hadir di saat ini? Gara-gara kamu pikiranku jadi terganggu dengan bayang-bayangnya. Gara-gara kamu ibadahku jadi terganggu. Gara-gara kamu aku jadi selalu mengharapkan bisa berbicara dengannya. Aku selalu saja berangan-angan tentang dirinya. Aku jadi seperti orang kurang waras, Cinta. Kenapa sih kamu tega banget sama aku. Padahal sekarang aku kan ingin fokus sama studiku. Aku ingin fokus sama organisasiku. Aku ingin total sama hobiku. Lantas, kenapa kamu tega ngerusaknya sih? Tau gak, aku tuh jadi gak fokus sama segala yang aku hadapi. Gak bisa fokus sama pelajaran, gak bisa fokus sama tanggungjawabku, gak bisa natural dalam tulisanku. Kenapa sih Cinta, kenapa harus saat ini? Aku masih mau mengoptimalkan segala potensiku untuk kuberikan pada negeri ini. Tau-tau kamu datang dan memenuhi otakku dengan semua tentangnya.... Kenapa kamu memilihku Cinta? Kenapa harus saat ini? Kenapa Cinta, kenapa...?

     

    Sayang...

    Aku tidak pernah memilihmu. Tapi kamu sendiri yang mempersilahkan aku masuk. Ingat tidak ketika aku datang dengan wajah anak-anak jalanan yang memerlukan pengajaran darimu? Kau menolakku kan dengan alasan tak mempunyai waktu. Lalu aku datang dengan rupa sahabatmu yang tengah berada di dalam kesulitan. Kau memang membiarkanku masuk, tapi kau hanya memberikan sedikit ruang bagiku. Sekarang ketika aku masuk dengan sosok  seorang laki-laki, kau menyalahkanku. Kau menyalahkanku karena kesuburan cinta yang hadir untuknya. Sadarkah kau Sayang, bahwa dirimu sendirilah yang menyuburkannya. Okelah, kau memang tetap memupuk rasa cintamu terhadap Tuhanmu, orangtuamu, juga terhadap saudaramu. Tapi kau dengan tekun terus saja menumbuh suburkan aku dalam sosok seorang laki-laki. Lantas kau dengan egoisnya menyalahkan aku. Padahal kau sendiri yang membiarkan ia tumbuh subur. Padahal kau sendiri yang memberikan ruangan besar di hatimu untuk tempat tumbuhnya. Kau kan sudah tau bahwa belum saatnya kau memupuknya. Kau sangat paham Sayang, kapan ia harus diberi ruang agar dapat tumbuh dengan amat subur. Masihkah kau menyalahkanku atas semua ini????

     

    Cinta...

    Maafkan aku. Ya, aku sadar akulah yang salah. Andai saja aku dapat menutup semua celah agar kau dengan sosoknya tak dapat tumbuh subur di saat ini, mungkin aku tak kan menjadi seperti sekarang ini. Entahlah, Cinta, apakah memang aku tak mau atau karena aku tak mampu?  Yang pasti aku tak bisa terus menyalahkanmu, Cinta. Karena itu sama saja aku menyalahkan Sang Maha Pencinta.

     

     

    (KalauIniBenarTerjadiPadakuSaatIniBisaGawatDeh,HeHeHe...)

    *HanyaSebuahImajinasiTulisanMengenaiCinta

     

     

    Ketika Trias Politica Berselingkuh...

    Sistem demokratis yang dikenalkan oleh Montesquieu dalam bukunya L’Espirit de Lois yang dikenal dengan nama Trias Politica (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) ternyata menghasilkan rezim ‘otoritarian baru’, yakni pemilik modal (pengusaha). Padahal Grover ( 1998) mengungkapkan bahwa tiga sektor pembangunan yang terdiri dari Public sector (kebijakan2 yang dalam hal ini adalah para birokrat), Private sector (sektor ekonomi yang dalam hal ini tentunya para pemilik modal atau pengusaha), dan Third Sector (Gerakan sosial masyarakat) harus memiliki keseimbangan yang dinamis karena sektor tersebut tidak dapat berdiri sendiri, tapi juga tidak boleh saling mendominasi.

    Ketika para pemilik modal berkuasa maka yang terjadi adalah para penguasa akan lebih tunduk kepada  para pengusaha. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk berkampanye, seorang politisi (baca: calon penguasa) pasti membutuhkan dana yang besar. Dalam koran Kompas edisi Minggu 20 juni 2008, ternyata agar rakyat tertarik untuk memberikan hak suaranya pada seorang politisi, politisi tersebut harus menampilkan citra yang baik di mata rakyat. Dan pencitraannya pun tidaklah mudah dan murah. Para politisi tersebut bahkan harus memakai jasa konsultan penampilan. Jasa pencitraan ini tak hanya mengurusi masalah pemetan kelemahan dan kekuatan, perumusan konsep iklan, tag line, pembuatan materi iklan, dan manajemen isu saja,  bahkan sampai cara tersenyum pun diurusi oleh para penyedia jasa ini. Mau tau berapa biya yang dikeluarkan para politisi? Nilai proyek pencitraan SBY-JK di pemilu  lalu mencapai Rp. 30 miliyar, sedangkan Fauzi Bowo nilai kontraknya sekitar Rp. 20 miliyar. Dan itupun belum termasuk dengan uang yang dikeluarkan untuk media massa. Kira-kira dari mana ya para politikus itu mendapatkan dana yang besar untuk sebuah pencitraan? Apalagi jawabannya kalo bukan dari pengusaha. Lantas jika terjadi begitu banyak ‘perselingkuhan’ antara para politisi (penguasa)  dan pengusaha, akankah kebijakan yang dilahirkan oleh penguasa berpihak kepada rakyat?

    Tidak hanya para penguasa, wakil rakyat pun (yang pastinya saat berkampanye juga membutuhkan dana yang besar), mempunyai  hubungan yang sangat ‘mesra’ dengan para pengusaha. Berbagai produk hukum yang dilahirkan oleh para wakil rakyat tersebut seringkali  tidak memihak kepada rakyat. Sebut saja UU Migas, UU kelistrikan, UU Sumber Daya Air, dan berbagai macam UU yang pembuatannya  kebanyakan bertujuan untuk lebih menguntungkan pengusaha. Hal ini diperkuat dengan  terungkapnya kasus Al-Amin Nasution yang tersangkut kasus penyuapan saat pembuatan UU alih fungsi hutan di Riau. 

    Tak hanya eksekutif dan legislatif, bahkan yudikatif pun mempunyai hubungan yang spesial dengan para pengusaha. Terungkapnya kasus penyuapan Jaksa Urip Tri Gunawan oleh Artalyta Suryani  (tangan kanan Syamsul Nursalim), dan percakapan akrab Ayin dengan beberapa jaksa agung muda  membuat indikasi bahwa cengkraman kapitalis ternyata semakin kuat di negeri ini. Jika eksekutif  ‘berselingkuh’  dengan pemilik modal, legislatif ‘bermesraan’  dengan pemilik modal, dan yudikatif ‘bersaudara’ dengan pemilik modal, akankah trias politica dapat berfungsi? Demi uang, apapun akan dilakukan, lalu kapan ya kira-kira para elite itu benar-benar  memikirkan nasib dan kesejahteraan rakyat?

    Tapi saya yakin, masih ada beberapa elite politik yang benar-benar memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Dan semoga di tahun 2009 nanti rakyat semakin jeli dan cerdas saat memutuskan  kepada siapa hak suara mereka akan diberikan. Semoga....

     

    Ingin megetahui sosok ideal pemimpin 2009? Tunggu di acara CANGKIR (binCANG Kastrat In heRe) 2008 di Fakultas Psikologi UI yang  bertema “Mencari Pemimpin Ideal” pada sabtu kedua bulan September, 2008

     

    *TulisanIniCumaSekedarPemikiranKecilSehabisMengikutiMENGGEMAUIdanMembacaSebuahArtikeldiBeritaKotadanKompasJadiMohonMaapBilaAgakGakNyambung,Hehehe...

    Atas Nama Cinta...(2)

    Cinta sejati itu menenangkan, bukan menyakitkan*

    Cinta itu Anugerah, Jangan bikin resah**

     

    *Kutipan dalam sebuah novel (tapi aku lupa novelnya apa?!)

    ** Bab dalam buku Smart Love karya Kusmarwanti M. Idham

     

    Dulu seorang temanku bercerita tentang kegundahan yang tengah ia rasakan. Katanya selama 10 hari terakhir , ia selalu saja memimpikan seorang ikhwan, sebut saja ikhwan X. Hal tersebut sangat membuatnya menderita. Padahal hampir-hampir ia melihatnya setiap hari di sekolah. Akan tetapi ia juga tidak mengerti mengapa mimpi itu selalu hadir dalam setiap tidurnya. Bahkan ia sampai hampir menangis menceritakan beban cinta yang sedang dirasakannya. Apalagi ketika ia melihat sang ikhwan pujaan hati sedang berdiskusi dengan teman wanita yang satu organisasi dengannya, api cemburu langsung saja membakar hatinya.

    Cinta memang membuat orang menjadi “gila”. Huff padahal cinta itu penggerak aktivitas dan ruh perjalanan manusia. Cinta membuat membuat Amr ibnul Jamuh berambisi turun ke medan jihad dalam keadaan pincang, tak lain karena cintanya kepada Allah, cinta membuat Ali bin Abi Thalib menggantikan posisi tidur Rasulullah saat Rasul dikejar orang kafir Quraisy untuk dibunuh, cinta membuat seorang ibu rela berkorban demi anaknya, cinta membuat seorang ayah rela membanting tulang untuk menghidupi keluarga yang dicintainya, cinta membuat seorang kakak begitu cerewet demi kebaikan adiknya (yang ini kayaknya terjadi padaku), dan cinta juga yang membuat suami memiliki keinginan yang menggebu untuk melindungi istri yang dicintainya (Idham, 2007).

    Huaa...aku tak mengerti bagaimana ya cara yang efektif untuk memange cinta saat ia datang. Ketika menikah tak siap untuk dilakukan.  Menempatkan Allah selalu di posisi paling teratas (ya, itu merupaka n suatu keharusan. Perbanyak puasa, tilawah, pokoknya banyak2 kin inget Allah deh!).  Tapi kalo udah siap nikah... (aduh2 , omongannya...) Loh kenapa? Bukankah jika memang sudah tak bisa dikendalikan maka jalan yang terbaik adalah pernikahan. Masih terlalu dini untuk dibicarakan? Yah, itu mah pilihan bebas setiap manusia. Tapi memang ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum memutuskan untuk menikah. Menikah tak hanya menyatukan dua hati loh, tapi juga dua keluarga.

    Tapi, kapanpun kita akan melangkah ke sana, mempersiapkan sejak dini merupakan agenda besar yang harus dipersiapkan. Jadi, gak usah risih deh mendengar kata persiapan menikah, karena makin disadari sejak dini, makin panjang persiapan kita untuk mempersiapkannya. Emang hal apa saja sih yang harus disiapkan untuk menikah kelak? Berikut ini adalah hal-hal tentang persiapan pernikahan (masih diambil dari buku Smart Lovenya Kusmarwanti M. Idham):

    1.       Menyiapkan ilmu yang cukup, tentang pernikahan, manajemen rumahtangga, cara mendidik anak, ketrampilan komunikasi dengan pasangan, perawatan serta pendidikan anak,, dll.

    2.       Mengasah ketrampilan sosial, akhlak terhadap tetangga, dsb.

    3.        Merajut kecakapan komunikasi

    4.       Menempa mental sebagai pemimpin

    5.       Membekali diri dengan ketrampilan kerumahtanggaan

    6.       Mendisiplinkan waktu

    7.       Memiliki kemandirian

    8.       Memperteguh mental

    So, jadi bukan hal yang tabu donk untuk membicarakan pernikahan di usia dini (masa-masa kuliah),hehehe...sekali lagi tulisan ini hanya ingin menyampaikan sesuatu dari buku yang aku baca...kalo mau baca lebih detailnya, baca aja deh buku Smart Love karya Kusmarwanti M. Idham, terbitan GIP. Hehehe....

     

    *TulisanIniGakBermaksudApaApaTapiCumaInginBerbagiPengetahuanDariBukuYangDibacaMohonJanganDipersepsikanYangAnehAneh, ;)

    Atas Nama Cinta...(1)

    PadaMu, kutitipkan secuil asa...

    Engkau berikan selaksa bahagia

    PadaMu, kuharapkan setetes embun cinta...

    Engkau limpahkan samudera cinta....

    *dalam ayat-ayat cinta

     

    Berbicara masaaalah cinta, mungkin tak pernah ada habisnya karena cinta merupakan fitrah, tak hanya untuk manusia tetapi juga untuk makhluk Allah yang lainnya.

    Dijadikan indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emasdan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. (QS. Ali Imran:14)

    Mungkin bukan kapasitas ku untuk menafsirkan ayat tersebut, karena dalam tulisan ini aku hanya ingin sedikit memaparkan tentang buku yang baru aku baca (lebih tepatnya buku yang aku temukan secara tidak sengaja dalam tumpukan buku yang dibawa kakakku), judulnya Smart Love (Kusmarwanti M. Idham)

    Ada beberapa hikmah yang dapat aku ambil dari buku ini. Dan pastinya hal ini secara tak langsung terkait dengan pengalamanku serta beberapa pengalaman teman-temanku.

    Aku pun pernah jatuh cinta, entahlah tapi aku lebih suka menyebutnya ‘mengagumi seseorang’ karena Alhamdulillah rasa itu belum pernah bertahan lama (cinta monyet, begitulah orang menyebutnya). Akan tetapi, sekarang ketika aku memasuki dunia kampus, aku khawatir  rasa cinta itu akan hadir dan tertanam di dalam hatiku. Bukannya aku akan menolak rasa itu, toh cinta itu adalah sesuatu yang fitrah bukan? Tapi aku hanya takut tak dapat mengelolanya dengan baik dan akhirnya cinta itu tumbuh bukan pada tempatnya (karena aku hanya ingin mencintai suamiku kelak, ehm). Hmm, sepertinya aku harus mewaspadai neh apakah aku sedang jatuh cinta atau tidak, biar usaha preventifnya dapat segera ditemukan untuk memanagenya.

    Menurut buku Smart Love yang kubaca (diambil dari Taman Orang-orang Yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu), ada 13 macam tanda cinta (indikator untuk mendeteksi keberadaan dan kadar cinta dalam hati):

    1.       Suka memandang orang yang dicintai dengan memerhatikan wajah, tingkahlaku, kesukaan-kesukaan, dan kebiasaan-kebiasannya

    2.       Malu, deg-degan,dan salah tingkah jika orang yang dicintainya memandangnya atau menemuinya

    3.       Banyak mengingat, membicarakan, dan menyebut orang yang dicintai

    4.       Memenuhi keinginan-keinginan dan perintah orang yang dicintai dan mendahulukannya di atas kepentingan dirinya

    5.       Bersabar atas gangguannya

    6.       Mendengarkan nasihat orang yang dicintai

    7.       Deg-degan jika lewat depan rumah keluarganya

    8.       Selalu ingin dekat dengan orang yang dicintai

    9.       Mencintai apa yang dicintainya, dan membenci apa yang dibenci olehnya

    10.   Mau berkorban untuk orang yang dicintai

    11.   Cemburu

    12.   Suka menyendiri

    13.   Menghindari segala hal yang membuat hubungannya menjadi renggang

    Huff, sepertinya  aku harus hati-hati neh, kayaknya udah mulai terjangkiti, lalu bagaimana dengan anda?

     

     

    Friday, 18 July 2008

    Dunia Terasa Berputar

    Entahlah, aku tak tahu apa yang terjadi pada tubuhku akhir2 ini...

    Yang jelas sering sekali aku merasa pusing saat tiba-tiba berdiri. kemarin saja ketika menghadiri pleno cangkir di H4, aku merasa  jejak ku di lantai tak mantap, seperti terkena gempa kecil, rasanya lantainya agak goyang. Dan hal itu pun terjadi lagi, aku merasa seperti orang yang ingin jatuh. Hmm, jangan-jangan tekanan darahku rendah lagi nih....?!

    Bisa gawat deh kalo gitu, mana masih banyak amanah di bulan ini....Ada yang punya saran untuk meningkatkan tekanan darah biar gak rendah????

    *Ayoputisemangatjanganampesakitmasihbanyakamanahyangmenunggumu*

    Monday, 14 July 2008

    Keluguan dan Kelucuan saat Lomba Hafalan (anak-anak)

    Hari  minggu kemarin aku sengaja menyempatkan diri mendampingi anak-anak komplekku mengikuti lomba hafalan (surat-surat pendek), serta lomba mengumandangkan azan. Banyak hal-hal lucu saat perlombaan itu berlangsung. Maklum saja, pesertanya itu adalah anan-anak berusia 3,5-12 tahun. MIsalnya, Salah seorang anak laki-laki yang berusia 3,5 tahun dengan langkah malu-malu, dan sikap yang malu-malu pula, sampai-sampai tidak mau melihat juri saat membaca hafalannya. Ada lagi peserta yang membaca surat Al-kafirun, tapi dengan ayat yang terbolak-balik, sehingga tidak pernah selesai untuk dibaca. Akhirnya jurunya pun memutuskan untuk membantunya, abis kasihan nanti sepanjang hari dia baca surah Al-Kafirun terus lagi, hihihi....

    Tak kalah lucunya, pada peserta azan pun banyak yang terbalik mengumandangkan urutan azan, contohnya...Hayya alalfalah dibaca sebelum hayya alasholah...Aduh-aduh, gugup atau emang beneran gak tau ya mereka????

    Tapi menurutku yang paling penting adalah mereka berani tampil di depan umum. Karena memang selain untuk menguji hafalan peserta, diharapkan lomba ini dapat memacu keberanian mereka untuk tampil di depan umum.

    Hmm, ada satu kejadian lagi (yang membuatku  agak sebal). Pasalnya, ketika panitia membagikan bingkisan (makanan) kepada para peserta, aku juga turut dikasih. Maklum saja, aku satu-satunya remaja yang hadir di acara itu diantara bapak-bapak, ibu-ibu komplek, serta para orangtua peserta tentunya. Waduh, jangan-jangan aku dikira peserta juga lagi. Tapi kan usia peserta berkisar antara 3,5-12 tahun. Apa wajahku ini seperti anak usia 12 tahun ya??????????????????????????

     

     

     

    Peserta yang umurnya 3,5 tahun

     

     

     

     

     

     

    Anak-anak yang lucu

     

     

     

     

     

     

    Para peserta lomba Azan

     

     

     

     

     

     

     

    Adik asuhku yang mendapat jura ke 3, hehehe...siapa dulu kakaknya(duh, agak narsis ya?)

     

     

     

     

     

    Si cerdas Aulia (bocah yang selalu banyak bertanya, tapi dengan gitu ia jadi cerdas loh...)

     

     

    Tempat (yang menurutku) Romantis...

     

    Area ini adalah salah satu sudut yang bisa dibilang jarang dikunjungi oleh mahasiswa di fakultasku. Mungkin karena tempatnya yang terpencil. Pasalnya, ia berada tepat di sebelah fakultas hukum, dibelakang TPA (Taman Pengembangan Anak), serta di samping perpustakaan, jadi benar-benar tersembunyi. Akan tetapi entah mengapa aku selalu tertarik dengannya. Entahlah, kurasa ini tempat yang indah dan romantis. Habis, aneka warna bunga  serta kicauan burung turut mempercantiknya. Sayang, tempat ini kurang teduh karena memang tak ada pohon rindang yang menaunginya. Mungkin ini sebabnya ia kurang menjadi favorit mahasiswa Psikologi.

    Mau jadi favorit atau tidak, yang jelas aku sangat menyukai memandang kecantikannya….

     

    Friday, 11 July 2008

    Cinta Embun

    11 Desember 2007

    Ry, hari ini hari terakhir aku UAS. Itu berarti besok aku udah bisa pulang ke Tangerang, cihuy….Bertemu keluargaku yang udah lima bulan ini kutinggalkan demi cita-cita ku menjadi seorang Psikolog (Jeuh, lebai banget ya!).

     

    Sebenernya sih aku udah kerasan tinggal di Jogja. Apalagi ternyata teman-teman mahasiswa ku di kampus baik-baik semua. Serasa bertemu teman-teman SMA. Tapi, rasa kangen sama keluarga mah gak bisa tergantikan ya, Ry.

     

    Hihihi…sebenernya sebulan sekali sih mama selalu nengokin aku, tapi gimana ya… tetep aja rasanya kangen banget. Duh, gak sabar deh ketemu mama, papa, dan kakak laki-laki semata wayangku, hihihi…tambah gendutkah ia sekarang?

     

     

    12 Desember 2007

    Ry, sekarang aku lagi di kereta Argo Bromo neh, menuju rumah tercinta. Sengaja pilih perjalanan malem, biar capeknya gak kerasa. Oh, ya Ry, tadi pagi aku dapet SMS dari Laras, katanya minggu depan dia dah libur, Ry. Untung ya Ry,  jadwal UASnya dan UASku gak jauh beda. Jadi, aku bisa melepas kangen sama dia.

     

     Aku kangen banget Ry sama dia. Padahal komunukasi kami berjalan cukup baik lewat SMS. Tapi kok ya rasanya ada yang kurang…gitu. Ya, namanya juga lewat SMS doank ya, Ry. Jadinya kurang dalem curhat-curhatannya.

     

     

     

     

    13 Desember 2007

    Ry, akhirnya aku berada di kamarku lagi. Duh, kangen banget rasanya. Padahal, waktu lebaran kemarin bisa aja aku pulang. Tiket pasawat juga udah disiapin sama mama. Tapi,aku gak mau soalnya pengin ngerasain kayak temen-temenku yang dari daerah. Gak bisa pulang karena ya itu, ongkos pas-pasan.

     

    Aku kan udah bertekad ya, Ry. Gak mau jadi anak manja lagi. Meskipun mama khawatir banget sama aku, tapi aku tetep keukeuh gak mau pulang. Lagian di Jogja aku bisa lebaran di tempat Bude Isa. Ngerasain gimana suasana lebaran dikampung. Ternyata emang lebih meriah, Ry di sana. Kekeluargaaan antar tetangga tuh akrab banget. Semua orang bener-bener keluar tanpa harus menunggu rumahnya di datengin untuk sekedar bermaaf-maafan. Beda banget sama di tempat tinggalku. Yang merasa kaya tinggal di rumah menunggu orang meminta maaf.

     

     

    18 Desember 2007

    Wah Ry, akhirnya saat yang kunantikan akan segera tiba. Sabtu nanti ada pertemuan mantan pengurus rohis, biasa, ngebuat rencana rihlah untuk adik-adik di SMA. So pasti aku akan bertemu dengan Laras. Akhirnya, setelah seminggu di sini aku akan berjumpa dengan teman-teman seperjuanganku. Meskipun gak semuanya bisa hadir, coz ternyata masih ada yang UAS juga, Ry. Untung anak-anak Depok udah UAS ya, Ry. Jadi aku dan Laras bisa membuka sesi curhat Sabtu nanti, hihihi….

     

     

    22 Desember 2007

    Ry, entah mengapa sesi curhat yang aku nantikan malah membuahkan kekecewaan. Ry, tenyata Laras telah berubah. Apa karena lingkungan kuliah yang mempengaruhinya ya, Ry?

     Masih inget kan Ry tentang perasaan Laras terhadap Farhan, ikhwan yang gokil abis, bandel tetapi ramah terhadap semua orang? Ternyata masih ia pendam, Ry sampai sekarang. Tau gak Ry perbuatan apa yang membuatku kecewa? Ia berani mengutarakan rasa cintanya kepada Farhan. Bagiku Ry, itu suatu perbuatan yang menjatuhkan harga diri seorang akhwat dihadapan laki-laki.

     

     Entahlah Ry, aku juga bingung mengapa Ia bisa senekat itu. Padahal Ry, sewaktu SMA idealismenya terhadap pergaulan antar lawan jenis benar-benar tinggi. Ia benar-benar menjaga banget Ry pergaulannya. Meskipun begitu, bukan berarti ia tidak mempunyai teman laki-laki. Justru karena sikapnya itu ia sangat di hargai oleh teman-teman laki-lakinya. Mereka senang dengan Laras karena memang Ia nyambung kalo diajak ngobrol. Tapi, mereka juga segan karena Laras memang tidak pernah mau disentuh sama yang bukan mahramnya. Justru itu yang membuat nilai lebih di mata mereka. Karena menurut mereka, cewek seperti itu adalah permata yang mahal yang udah jarang banget ada di dunia. Mereka salut loh Ry, dengan orang-orang seperti Laras yang beda banget dengan cewek-cewek jaman sekarang, yang dengan bebas bisa dipegang-pegang bahkan dipeluk.

     

    Tapi Ry pengungkapan rasa cintanya  kepada Farhan benar-benar membuatku kecewa. Aku sangat paham kok Ry, kalo rasa cinta itu amatlah wajar. Tapi, bukan berarti kita mancari pembenaran kan, Ry terhadapnya? Padahal dahulu Laras yang membimbingku agar menjadi seorang akhwat yang sebenar-benarnya. Ia yang mengenalkan aku soal liqo, mengajakku mengikuti aksi solidaritas terhadap saudara-saudara kita di Palestina, mengingatkan aku agar berhati-hati untuk tidak jatuh cinta kepada seorang yang belum halal untukku. Bahwa jatuh cinta kepada suami kita kelaklah yang akan benar-benar membuat kita bahagia.

     

    Hasrat mencintai yang direalisasikan melalui kegiatan pacaran tentulah mengandung resiko yang amat besar. Selain dosa yang di dapat, pacaran hanyalah perbuatan yang akan sangat merugikan bagi seorang wanita, karena dengan dalih cinta, seorang laki-laki bisa dengan bebas memegang, memeluk, bahkan mencumbu pacarnya. Dan itu Ry, yang masih aku pegang sampai sekarang. Bahwa aku hanya ingin benar-benar jatuh cinta kepada suamiku. Aku hanya ingin menjaga kemurnian cintaku hanya untuk lelaki yang akan menjadi suamiku. Dan sungguh, perbuatan Laras amat sangat mengecewakan untukku.

     

     

    23 Desember 2007

    Ry, ini benar-benar hari terburuk dalam hidupku. Laras marah Ry karena SMS yang aku kirimkan kepadanya. Aku memang mengaku salah Ry telah mengirimkan SMS itu. SMS yang menyatakan kekecewaanku terhadap perbuatan nekatnya. Aku katakan bahwa keinginan untuk mencintai dan dicintai itu wajar, tetapi bukan berarti kita mencari pembenaran terhadapnya.

     

    Jujur Ry, aku gak bermaksud untuk mengguruinya. Sebagai seorang sahabat yang baik, aku hanya ingin mengingatkannya. Dan ternyata dia marah besar, RY. Dia membalas dengan mengirimkan SMS permintaan maaf (dengan nada marah, menurutku). Ia menggunakan kata-kata GW, Ry. Suatu sapaan yang jarang ia berikan kepadaku. Sungguh Ry, aku menyesal telah mengirimkan SMS itu. Aku langsung mengirim SMS permintaan maafku padanya. Aku meminta maaf karena tidak bisa memahami perasaannya. Mungkin memang ia benar-benar tengah merasakan beban cinta yang begitu berat, sehingga ia terlalu menuruti keinginannya. Aku sekarang merasa menjadi sahabat yang tidak berguna, Ry. Yang benar-benar tidak memahami apa yang sedang dirasakan oleh sahabatnya.

     

    Aku hanya bisa memvonis tanpa tahu sesungguhnya perasaan cinta seperti apakah yang telah menyiksanya. Aku hanya bisa memvonis tanpa menanyakan lebih lanjut alasannya melakukan itu. Bahkan, Ry aku tak sempat menanyakan tentang bagaimana perasaannya setelah melakukan pengungkapan itu? Bagaimana reaksi Farhan ketika mengetahui bahwa teman seperjuangannya sewaktu di Rohis SMA ternyata menyukainya? Ry, aku benar-benar tidak berguna ya? Waktu itu aku hanya memikirkan rasa kecewaku. Aku langsung bangkit meninggalkan Laras tanpa mendengar penjelasan lagi darinya. Bodoh benar aku. Sahabat macam apa ya, Ry aku ini? Aku gak mau, Ry, hal ini merusak benang ukhuwah indah yang telah lama aku rajut bersamanya.

     

     

    29 Desember 2007

    Ry, ternyata Laras memang benar-benar marah kepadaku. Dari sikapnya di rapat rihlah tadi, aku dan dia seperti orang yang baru kenal. Tak satu patah pun keluar dari mulutnya, meskipun saat hendak sholat dzuhur aku berada di sebelahnya. Ry aku gak mau Ry keadaan seperti ini terjadi di sisa umurku.

     

     

    4 Januari 2008

    Ry, sekarang aku sedang terbaring di rumah sakit. Aku gak bisa ikut dalam acara rihlah yang dilaksanakan hari ini. Padahal aku kan koordinator transportasinya, Ry. Untungnya, papa bersedia meminjamkan dua bus dari rentalnya meskipun aku tidak ikut dalam rihlah tersebut (Papa emang baik ya, Ry!). Kenapa ya Ry, penyakitku datang di saat seperti ini. Padahal aku ingin sekali lagi meminta maaf  sama Laras pada sesi muhasabah nanti.

     

     

    7 januari 2008

    Ry, udah 4 hari aku dirawat di Honoris, gara-gara penyakit di kepalaku ini. Aku sedih Ry, karena sampai hari ini teman-teman seangkatanku di rohis, termasuk Laras belum menjengukku. Hanya ada 5 SMS ucapan semoga cepat sembuh (Yang salah satunya berasal dari Laras), dan kunjungan dari beberapa seniorku di Rohis SMA dulu. Tapi, aku harus selalu positive thinking ya, Ry. Mungkin aja mereka kelelahan dengan perjalanan rihlah. Aku juga maklum kok, karena sebagian teman-teman memang masih ada yang harus kembali ke kampus untuk kuliah.

     

     

    9 Januari 2008

    Ry, hari ini aku udah boleh pulang ke Rumah. Sebenernya sih aku yang maksa karena memang penyakitku ini sudah sulit di sembuhkan. Toh, dokter juga sudah memvonis umurku hanya akan bertahan enam bulan lagi. Jadi, daripada aku hanya terbaring di rumah sakit, lebih baik aku membantu Kak Sinta, kakak iparku tersayang, mengajar di playgroup yang didirikannya di waktu libur ini. Sekalian mempraktikan ilmu psikologi yang telah aku terima. Meskipun memang gak seberapa sih, tapi yang penting aku suka anak-anak, hihihi….

     

     Dengan ini aku ingin melupakan sejenak  masalahku dengan Laras yang masih belum baik sampai sekarang. Meskipun jujur Ry, pikiranku masih terganggu dengan semua itu. Kalo bisa aku mengulang waktu, aku ingin mencegah diriku di waktu itu agar tidak mengirim SMS tersebut. Ry, aku benar-benar merasa kehilangan sesuatu dari jiwaku. Aku merasa telah kehilangan bagian tubuhku sendiri, Ry.

     

    Sebenarnya aku ingin menceritakan tentang rasa sakit yang aku derita di kepalaku ini, sampai-sampai ketika rasa sakit ini muncul, aku membayangkan bahwa kematian mungkin memang lebih baik untukku. Aku memang tidak menceritakan penyakitku ini kepada teman-temanku. Aku tak mau dikasihani, Ry. Tapi jujur Ry, aku benar-benar rindu kepadanya. Rindu pada kata-katanya yang akan selalu menyejukkan kalbuku, rindu akan pelukannya yang bisa menenangkan isak tangisku. Aku rindu kepadanya Ry, seperti seorang petani di musim kemarau yang sangat merindukan hujan turun di sawahnya yang kering. Aku rindu kepadanya Ry, seperti rembulan yang menantikan hadirnya bintang yang akan menemaninya di waktu malam. Pasti luka yang telah aku goreskan benar-benar dalam ya, Ry? Sampai-sampai hingga saat ini Ia masih enggan bertemu denganku. Ya Allah, ampuni aku karena telah menyakiti hatinya….

     

     

    10 Januari 2008

    Ry, tanggal 12 nanti Laras berulang tahun. Aku ingin memberi sebuah kejutan kepadanya. Meskipun Ia bilang bahwa Ia sudah tidak marah kepadaku lewat telpon tadi, tapi nada bicaranya yang seakan terpaksa yang membuatku yakin bahwa Ia masih marah kepadaku. Aku  sekali lagi ingin meminta maaf kepadanya, Ry. Mudah-mudahan hadiah yang aku berikan nanti, akan menjadi kado yang sangat berkesan di hari ulang tahunnya.

     

     

    Laras membaca lembar terakhir dalam Diary sahabatnya. Sahabat yang selama ini ternyata telah tersakiti olehnya. Ingin rasanya Laras memeluk sahabatnya dan meminta maaf atas semua sikapnya selama ini. Laras benar-benar menyesal telah menghindari sahabatnya yang ternyata sedang merasakan sakit yang jauh lebih besar dibanding rasa sakit yang dialaminya. Laras menganggap justru selama ini dialah yang sama sekali tidak memahami sahabatnya sendiri.

     

    Sebenarnya Laras sadar bahwa apa yang dikatakan oleh sahabatnya waktu itu benar. Kenekatannya tersebut amat mengecewakan baik bagi dirinya sendiri maupun sahabatnya. Egonya terlalu besar untuk menerima dengan ikhlas nasehat dari sahabatnya itu. Sampai-sampai Ia enggan untuk bertemu sahabatnya. Namun, penyesalan tinggallah penyesalan. Embun kini telah tenang di dalam peristirahatannya. Ia tidak akan pernah merasakan sakit yang tertahankan di kepalanya serta perasaan bersalah di hatinya. Embun meninggal dalam kecelakaan motor 12 Januari kemarin, dalam perjalanannya ke rumah Laras. Ia ingin memberikan hadiah di hari ulang tahun sahabatnya itu. Dan tenyata, tekad Embun memberikan hadiah yang sangat berkesan untuk Laras tercapai juga.

               

    Di tangan Laras tergenggam satu buah bingkai buatan tangan yang menghiasi foto dirinya dan Embun. Foto di saat mereka merayakan kelulusan ketika diterima di universitas negeri idamannya masing-masing. Dan di waktu itu pulalah terakhir kalinya Laras berfoto bersama Embun. Juga ada secarik kertas yang bertuliskan puisi permohonan maaf  kepada Laras…

     

     

    Sahabatku,

    Aku mungkin bukanlah malaikat yang tak pernah berbuat salah

    Tetapi aku hanya seorang sahabat yang menginginkan yang terbaik untuk saudaranya

    Maafkan jika kata-kataku waktu itu tenyata telah menggoreskan luka yang mendalam di hatimu

    Sungguh sahabat, aku hanya ingin menjadi sebatang lilin yang menerangimu ketika kau berjalan kehilangan arah

    Aku hanya ingin menjadi awan yang akan selalu meneduhkan lingkungan yang dinaunginya

    Dan aku hanya ingin menjadi embun yang menyejukkan di waktu pagi tiba

    Sungguh, bukan maksudku untuk melukai hatimu

    Namun beginilah caraku mencintaimu

     

                                                                                                    Maafkan sahabatmu,

     

                                                                                                               

    Embun