Monday, 23 August 2010

Kerinduan Ayah [FF Lomba]

Lelaki tua itu masih memandangi foto di dekat telepon. Seorang Pria berkemeja biru yang tengah berdiri di depan prasasti Fakultas Kedokteran Universitas Syah Kuala. Di tangannya ia juga menggenggam secarik kertas bertuliskan nama dan nomor handphone area Jakarta.

Ia sudah terlalu lama memendam rindu. Sampai suatu hari lima orang pemuda seumuran anaknya datang dan menjadi pelipur lara baginya selama satu bulan.

Tsunami, telah menyesapkan duka yang mendalam baginya. Anak semata wayangnya menghilang dan sampai saat inipun jasadnya tak pernah diketahui keberadaannya.

Seorang wanita yang sudah mendampinginya selama hampir 30 tahun kemudian menghampirinya, "telpon saja, Pak. Tidak usah ragu", ucapnya lembut.

Lelaki tua itu masih memandangi secarik kertas tersebut, tangannya hampir meraih gagang telepon, tapi kemudian ia mengurungkan niatnya lagi, "Aku takut mengganggu mereka."

Wanita itu tersenyum, "Mereka sudah menganggap kita sebagai orangtuanya selama sebulan penuh di sini"

Ucapan tersebut kemudian membuat sang lelaki tak ragu lagi menekan tombol angka di telepon. Terdengar nada memanggil di sana.

Tak lama, suara pemuda yang dituju pun terdengar, "Assalamu'alaikum, maaf ini siapa ya?"

Gugup bercampur senang, lelaki itu kemudian berkata, "Ini Pak Hasan, Pak Hasan yang waktu itu jadi Home Stay di Sabang"

"Ohh...Ayah toh, apa kabar , Yah?"

Mendengar dipanggil ayah, tak terasa bulir bening jatuh dari mata sang lelaki tua itu. Ayah, sebutan yang sudah lama ia rindukan semenjak kepergian anak semata wayangnya 4 tahun yang lalu. Ayah, sebuah permintaan agar ia dipanggil seperti itu oleh anak-anak mahasiswa K2N UI saat melepas mereka di bandara satu bulan yang lalu.

Dengan terbata kemudian ia berkata, "Ayah baik-baik saja, Nak", ucapnya dengan penuh keharuan.



*Artikel kedua yang aku ikutkan dalam lomba FFnya mba Intan. Kali ini bertema Ayah-Anak
cekidot http://intan0812.multiply.com/journal/item/185/Hadiah_Lebaran_dari_berkah_membuat_FF

6 comments: