“Harusnya aku gak ngelakuin itu ya a’? Kenapa aku bisa begitu bodoh sih?”
Lelaki itu masih setia mendengarkan keluhku, ia tak beranjak meski malam kini telah larut
“Manusia itu wajar kalo salah, Sayang. Kalo bener terus gak belajar donk?”
Aku terdiam, bulir-bulir air mata ini masih tetap saja mengalir
“Duh, jangan nangis donk, kalo kamu nangis aku sedih nih”
Lelaki itu mendekatkan tangannya, mencoba menyeka air mataku, “Sini..kupeluk dulu deh”, sedetik kemudian ia memberikan sebuah boneka beruang kehadapku
Aku tersenyum meski tak ada yang kurasakan, hanya angin yang membelai tubuhku, “Hampa, a’…”
“Ah, Dek. Andai aku bisa menerobos layar ini…”
No comments:
Post a Comment