Thursday, 14 August 2008

Broken Heart Versi 2

 

*dilarang komentar sebelum membaca!!!

Sebenernya aku bukan orang yang punya pengalaman tentang ini. Tapi gak tau pengin aja nulis tentang ini setelah baca buku “La Tahzan For Broken Haerted MUSLIMAH” nya Asma Nadia, dkk. Buku yang penuh hikmah, dan kita para muslimah pasti akan banyak mendapatkan pelajaran berharga dari kisah-kisahnya (and mungkin ikhwan juga, biar gak jadi seperti kayak ikhwan2 yang ada dalam kisah ini).

Ya, semua orang pasti pernah patah hati, meskipun tingkatannya berbeda-beda. Akupun pernah ko patah hati, tapi Alhamdulillah masih dalam skala kecil hehehe. Jadi, ceritanya ketika sepupuku yang keren (baca: cerdas), alim, n gentle abis itu, memberi kabar bahwa ia akan menikah, langsung deh hatiku luluh lantah (eh, gak sampai ancur deng, cuma retak2 kecil keknya?!). Anehnya setelah aku tahu calonnya itu emang tepat buat dia (jago bahasa Arab n punya hafalan Qur’an yang menakjubkan) aku jadi ikutan seneng karena Lelaki yang baik, pasti akan mendapatkan perempuan yang baik pula (ya, ini jadi salah satu motivasi aku juga untuk selalu memperbaiki diri).

Balik lagi ke soal patah hati. Setelah baca buku tersebut, ko aku jadi sebel banget ya sama ikhwan2 yang dengan ringannya bisa melukai hati akhwat. Malah ada yang bener-bener nyepelein. Coba bayangin, dia bilang dia Cuma BERCANDA saat menjalani proses taaruf. And belakangan diketahui kalo pada saat yang sama dia juga sedang menjalani proses taaruf dengan akhwat lain (jadi dia berproses dengan dua akhwat sekaligus...!),nyebelin!!! Ngeselin!!![ baca aja deh cerita lengkapnya di buku tersebut].

Tapi aku sangat banyak belajar dari kisah saudariku-saudariku ini:

  1. Jangan pernah menggantungkan harapan terlalu tinggi pada makhluk Allah

  2. Ikhwan juga manusia, jadi jangan terlalu terpesona dengan simbol2.

  3. Harus belajar menata hati agar tidak bermain2 dengan hati dan harus punya tekad yang kuat agar hanya mencintai suami kita kelak (bukan calon, dan lain2 sebagainya)

  4. Yakin, pasti Allah telah menyiapkan yang terbaik untuk kita! (janji Allah kan pasti!, Tul2?)

Karena aku masih merasa kecil (atau memang kecil ya?!) untuk masalah seperti itu, (sekali lagi Alhamdulillah hanya dalam skala kecil patah hatinya, dan mudah2an jangan sampai pada skala besar) jadi aku dapat dengan lantang berkata bahwa selain memikirkan cinta terhadap lawan jenis, ternyata masih banyak cinta yang mungkin telah kita singkirkan dari hati kita. Cinta kepada Allah (dimana seharusnya ini harus selalu berada dalam posisi tertinggi), cinta kepada Ayah-Ibu kita (ingat teman, sudah berapa besar mereka memberikan cinta yang tulus buat kita?), cinta kepada saudara kita, cinta kepada bocah-bocah jalanan yang sangat haus cinta (dan pasti mereka akan sangat membuka lebar-lebar pintu hati mereka saat kita memberikan sedikit cinta untuk mereka,apalagi kalau banyak), cinta kepada teman-teman kita (Lihatlah teman, masih banyak teman-teman yang membutuhkan pertolongan kita untuk membantu meringankan beban masalah yang dihadapinya), cinta kepada rakyat (berapa banyak teman, rakyat yang masih terdzolimi di negeri ini, dan mereka sangat butuh ‘perhatian’ dan ‘pengorbanan’ dari kita untuk terus memperjuangkan hak-haknya yang telah di rampas, dan cinta kepada negeri yang terluka (karena negeri ini telah terlumuri oleh banyak kotoran, dan saatnya kita harus bangkit membersihkan negeri ini!!!).

So, teman jangan patah semangat karena patah hati, apalagi kalo kamu berpikir bahwa hidupmu sudah tidak berguna akibat patah hati. Semoga Allah selalu menjaga hati-hati kita dan semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik buat kita, baik untuk dunia dan baik untuk akhirat, yang mencintai keluarga kita, yang akan menerima kelebihan dan kekurangan kita, dan yang bisa membimbing kita agar selalu berada dalam ketaatan kepada Allah, saat kita menapaki hari-hari bersama mereka dalam bingkai kehidupan kelak.

Amiin...

Biarkan semua menjadi indah pada saat waktunya....


Cinta adalah sesuatu yang menakjubkan. Kamu tidak perlu mengambilnya dari seseorang untuk memberikannya kepada orang lain karena kamu selalu memiliki lebih dari cukup untuk diberikan kepada orang lain” [diambil dari novel dalam mihrab cinta]

2 comments:

  1. ^_^ ternyata, cerpen yang dulu ituh benar2 inspired dari kisah nyata ya :D

    good2x deh ;)

    tenang aja put, "hati yang lembut ngga akan pernah bisa dipatahkan, karena ia seperti jelly" ^_^

    ReplyDelete
  2. @genkeis

    Hehehe,ketauan deh...
    Tapi cerpen yang itu gak semuanya fakta ko...Hanya menginspirasi aja,,tapi kalo cerita tentang pribadinya sepupuku itu beneran loh!!!.

    ReplyDelete