Thursday, 14 August 2008

Broken heart versi 1

 

*dilarang komentar sebelum membaca!!!!


Hari ini aku kembali mengharapkan bertemu dengannya. Si ganteng itu emang selalu ngangenin. Meskipun kadang-kadang suka nyebelin, tapi tetep aja dia selalu punya magnet yang membuat aku selalu merindunya.

“Azfa...!”, panggilku setiba dirumahnya. Mendengar suaraku yang merdu ini (hehehe), ia langsung saja beranjak menemuiku. Tak peduli dengan tubuhnya yang gempal, ia langsung memelukku sampai aku hampir terjatuh dibuatnya.

“Tante..., katanya mau ajak nonton Ar-Ruhul Jadid?”

Duh, iya...kemarin aku kan pernah janji ya mau nonton konser nasyid bersamanya. Meskipun baru berumur 5 tahun, tapi keponakan kecilku ini sangat senang dengan nasyid2 haroqi, dan nasyid favoritnya yaitu...Ar-Ruhul Jadid. Pernah suatu hari, ketika sedang bertamu ke rumahku, kakakku yang biasa mengajaknya bermain PS sedang tidak di rumah, walhasil tuh “pipi bapau” agak BT dan kamarkulah yang menjadi sasaran empuknya. Karena tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kamarku, aku langsung saja segera menyetelkan kaset ‘semangat baru’, dan Alhamdulillah kamarkupun dapat terselamatkan (karena dia sibuk bernyanyi sambil berjingkrak2).

Iya, insya Allah...!” ucapku padanya.



Dari dulu aku emang suka dengan anak-anak. Bahkan teman-temanku pun sampai heran, ko bisa ya si iput tuh ramah and sabar banget sama anak kecil. Hehehe, aku sih asik2 aja. Toh emang tingkah mereka selalu lucu dan menggemaskan, tapi tak dapat dipungkiri juga kalo kadang2 nyebelin. Pernah suatu ketika saat aku pergi bersama dina, dan mamapir makan ketoprak di pinggir jalan, di sebelahku duduk seorang ibu muda dan anaknya yang berusia3 tahun. Entah mengapa naluri keibuanku (hahaha, gaya2!) lansung saja keluar. Aku langsung menyapanya (anak kecil tersebut) dan mengajaknya ngobrol. Ibunya pun akhirnya juga ikut mengobrol bersamaku. Melihat itu dina langsung berujar “Ko bisa sih lo langsung bisa deket kayak githu?” (hehehe, Alhamdulillah)



Tapi tak semua pengalamanku menyenangkan bersama anak-anak. Ketika membantu mengajar anak jalanan, kesabaranku menghadapi merekapun banyak diuji. Banyak dari mereka yang agresif, tapi aku tetap saja tidak bisa marah secara berlebihan. Abis setiap mau dimarahi mereka langsung saja menemplok kayak cicak. Walhasil emosi negatifku yang udah meletup2 langsung surut seketika. Yawda deh, akhirnya gak jadi marah.



Pengalamanku (yang sebenernya sih baru sedikit) membuat aku semakin percaya diri untuk menjadi guru pengganti di salah satu playgroup milik kakak iparku (ceritanya lagi libur kuliah). Guru aslinya lagi cuti menengok orangtuanya yang sakit. So, selama seminggu ini walhasil aku ditugasin deh sama kakakku untuk menggantikannya.



Biasanya aku gak pernah deg2an kalo harus mengajar anak2 kecil, tapi entah hari ini ko rasanya tremor (meminjam bahasa ka ira) banget ya? Sudah hampir pukul 7. Aku mencoba mendekati salah seorang anak yang sedang digendong oleh orangtuanya. Kakak iparkupun mengiringi aku untuk memperkenalkan diriku kepada ibu sang anak.

“Assalamu’alaikum bu Cintia, perkenalkan ini adik saya, insya Allah dia yang akan menjadi pengganti sementara bu Lina”.

“Assalamu’alaikum, Bu. Saya Putri Mahasiswa semester 3 fakultas psikologi”

“Wa’alaikumussalam, Cintia, mamanya Ariel”

“Oh, jadi si ganteng ini namanya Ariel ya?”, Aku mulai mengeluarkan jurus saktiku. Tapi asli nih anak emang ganteng banget. Muka2 indo githu deh, mungkin ayahnya orang luar kali ya???

Ayo Ariel salaman sama ibu guru baru. Ibu Putri ini yang akan gantiin bu Lina, sayang...”

“Yah, aku pokoknya maunya diajarin sama Bu Lina...”

Loh, emang kenapa...? Nanti ibu juga akan mengajari kalian bernyanyi, bermain, dan membacakan dongen juga buat Ariel...”argumenku menenangkannya.

“Gak mau, aku maunya sama Bu Lina...Aku gak mau sama ibu guru yang ini...!”

Duh nieh anak satu rese juga. Sabar, iput sabar...namanya juga anak-anak.

Iya, sementara ibu guru ini dulu ya yang ngajarin..., emang kenapa sih Ariel maunya Cuma sama bu Lina?”, Tanya kakakku penasaran.

Ariel Cuma mau diajarin sama ibu guru yang cantik...Kan Bu Lina Cantik..!”

DEG!! Rasanya hatiku begitu luluh lantah. Baru kali ini aku ditolak oleh seorang bocah. Terus alasannya ini loh yang lebih menyakitkan hati. Itu berarti ia menganggap diriku yang imut2 ini tidak cantik donks? Huaa....Nyebelin...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kulihat ekspresi kakakku. Ih...malah cekikikan!!!Bukannya berusaha membesarkan hatiku, malah ikut2an mentertawai lagi...hiks2!

Broken Heart dah Gua!!!

2 comments: