Monday, 21 July 2008

Atas Nama Cinta...(2)

Cinta sejati itu menenangkan, bukan menyakitkan*

Cinta itu Anugerah, Jangan bikin resah**

 

*Kutipan dalam sebuah novel (tapi aku lupa novelnya apa?!)

** Bab dalam buku Smart Love karya Kusmarwanti M. Idham

 

Dulu seorang temanku bercerita tentang kegundahan yang tengah ia rasakan. Katanya selama 10 hari terakhir , ia selalu saja memimpikan seorang ikhwan, sebut saja ikhwan X. Hal tersebut sangat membuatnya menderita. Padahal hampir-hampir ia melihatnya setiap hari di sekolah. Akan tetapi ia juga tidak mengerti mengapa mimpi itu selalu hadir dalam setiap tidurnya. Bahkan ia sampai hampir menangis menceritakan beban cinta yang sedang dirasakannya. Apalagi ketika ia melihat sang ikhwan pujaan hati sedang berdiskusi dengan teman wanita yang satu organisasi dengannya, api cemburu langsung saja membakar hatinya.

Cinta memang membuat orang menjadi “gila”. Huff padahal cinta itu penggerak aktivitas dan ruh perjalanan manusia. Cinta membuat membuat Amr ibnul Jamuh berambisi turun ke medan jihad dalam keadaan pincang, tak lain karena cintanya kepada Allah, cinta membuat Ali bin Abi Thalib menggantikan posisi tidur Rasulullah saat Rasul dikejar orang kafir Quraisy untuk dibunuh, cinta membuat seorang ibu rela berkorban demi anaknya, cinta membuat seorang ayah rela membanting tulang untuk menghidupi keluarga yang dicintainya, cinta membuat seorang kakak begitu cerewet demi kebaikan adiknya (yang ini kayaknya terjadi padaku), dan cinta juga yang membuat suami memiliki keinginan yang menggebu untuk melindungi istri yang dicintainya (Idham, 2007).

Huaa...aku tak mengerti bagaimana ya cara yang efektif untuk memange cinta saat ia datang. Ketika menikah tak siap untuk dilakukan.  Menempatkan Allah selalu di posisi paling teratas (ya, itu merupaka n suatu keharusan. Perbanyak puasa, tilawah, pokoknya banyak2 kin inget Allah deh!).  Tapi kalo udah siap nikah... (aduh2 , omongannya...) Loh kenapa? Bukankah jika memang sudah tak bisa dikendalikan maka jalan yang terbaik adalah pernikahan. Masih terlalu dini untuk dibicarakan? Yah, itu mah pilihan bebas setiap manusia. Tapi memang ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum memutuskan untuk menikah. Menikah tak hanya menyatukan dua hati loh, tapi juga dua keluarga.

Tapi, kapanpun kita akan melangkah ke sana, mempersiapkan sejak dini merupakan agenda besar yang harus dipersiapkan. Jadi, gak usah risih deh mendengar kata persiapan menikah, karena makin disadari sejak dini, makin panjang persiapan kita untuk mempersiapkannya. Emang hal apa saja sih yang harus disiapkan untuk menikah kelak? Berikut ini adalah hal-hal tentang persiapan pernikahan (masih diambil dari buku Smart Lovenya Kusmarwanti M. Idham):

1.       Menyiapkan ilmu yang cukup, tentang pernikahan, manajemen rumahtangga, cara mendidik anak, ketrampilan komunikasi dengan pasangan, perawatan serta pendidikan anak,, dll.

2.       Mengasah ketrampilan sosial, akhlak terhadap tetangga, dsb.

3.        Merajut kecakapan komunikasi

4.       Menempa mental sebagai pemimpin

5.       Membekali diri dengan ketrampilan kerumahtanggaan

6.       Mendisiplinkan waktu

7.       Memiliki kemandirian

8.       Memperteguh mental

So, jadi bukan hal yang tabu donk untuk membicarakan pernikahan di usia dini (masa-masa kuliah),hehehe...sekali lagi tulisan ini hanya ingin menyampaikan sesuatu dari buku yang aku baca...kalo mau baca lebih detailnya, baca aja deh buku Smart Love karya Kusmarwanti M. Idham, terbitan GIP. Hehehe....

 

*TulisanIniGakBermaksudApaApaTapiCumaInginBerbagiPengetahuanDariBukuYangDibacaMohonJanganDipersepsikanYangAnehAneh, ;)

4 comments:

  1. penyakit yang sedang menjangkit beberapa situs di multiply:

    "menulis tanpa spasi"

    -orgbiasa
    (janganikutikutannulistanpaspasigitudonkkanjadipusingngebacanya)

    ReplyDelete
  2. @VirusCeo

    Mmm...sebenarnya gak cuma di MP aja kok, nulis sms kadang2 saya juga gitu ko....;p

    ReplyDelete
  3. Haduh2, gak lagi2 deh nulis tentang kayak gini....

    ReplyDelete