“Masih mahasiswa jadinya masih idealis, coba aja kalo udah kerja, makan tuh idealis...”
Ya, kalimat diatas itu pernah dilontarkan oleh seorang teman.... Katanya saat menjadi mahasiswa idealisme kita begitu tinggi untuk kritis terhadap berbagai kebijakan, menolak segala bentuk kecurangan (korupsi), dan semacamnya, tapi kalo udah kerja...hmm?! Aku jadi bertanya-tanya, emangnya kalo udah masuk dunia kerja, diri yang tadinya ‘suci’ jadi dapat menerima segala ‘kekotoran’ ya? Emangnya kalo udah kerja, batas halal dan haram itu menjadi kian tipis ya?
Emang sih, kalo kita dapet tempat kerja yang sistemnya udah buruk (warisan korupsi sudah mendarah daging misalnya), agak susah untuk merubahnya. Tapi aku percaya kalo kita emang bener-bener teguh, kenapa harus takut. Jadi inget cerita dalam komik Ministry of Finance, si MOF yang lugu dan polos terjebak di dalam kebobrokan departemen keuangan. Tapi si MOF bukannya mundur, malah ia sangat tegar membongkar berbagai penyelewengan dana di kasumigaken. Keren banget deh tuh komik, bagus loh untuk dibaca, setidaknya kita jadi tau gimana sih bentuk-bentuk penyelewengan dana itu. Yah, meskipun komik itu dibuat berdasarkan hasil observasi dari departemen keuangan dan pajak di Jepang, tapi kurasa setidaknya itu juga menggambarkan situasi yang juga terjadi di departemen-departemen pemerintahan yang ada di Indonesia.
Bukankah memang beda ya antara yang Haq dengan yang batil, yang halal dan yang haram. Apa enaknya ya makan uang haram bermilyar-milyar kalo di akhirat kelak jadi orang yang sangat terhinakan. Ada lagi hal yang lucu, kata seorang kerabat, korupsi untuk memenuhi kebutuhan hidup mah gak papa, siapa suruh negara gak bisa ngasih mencukupi kebutuhan. Weleh, bukankah kebutuhan manusia itu memang gak ada habisnya ya? Dikasih gaji 5 juta, tapi kebutuhannya 10 juta, nanti dikasih gaji 10 juta, kebutuhannya malah jadi 15 juta.
Entahlah, memang aku yang terlalu naif atau terlalu polos ya? Yah, emang sih aku kan sekarang masih mahasiswa, jadi belum tau keadaan lingkungan kerja itu kayak gimana. Hmm, tapi aku akan bertekad untuk tetap menjaga idealismeku sampai kapanpun, karena yang haq itu akan tetap haq sampai kapanpun. Pokoknya maunya hidup yang berkah aja deh....(Amin...).
Hanya pemikiran seorang anak kecil, hehehe...
wah,,,put,, bener sii,, sikap idealis qta harus dibuktikan di dalam ranah profesi,, sebab disanalh ada pertentangan antara idealita dengan realita.. makanya,,qta harus lulus tepat waktu,,dan segera masuk ke dunia profesi,, biar bisa ngebuktiin idealisme qta,, *uhuy,,,ngomongnyee..*
ReplyDeletehey,put,,lagi onlen juga yah??? hohohoho... Di SC bukan?? ada ka mimi ga? *mo minta duit*
ReplyDeletehaha...bagus...setidaknya sudah ada deklarasi dari diri sendiri
ReplyDeletenambahin:
jangan ikut-ikut'an "menjajah" negeri sendiri
Bumi, air, dan kekayaan alam yang berada di dalamnya adalah MILIK NEGARA dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk KEMAKMURAN RAKYAT
Hmm...hanya mengikuti nurani diri saja....
ReplyDeleteemmhhh.. ga seseram itu ko dunia kerja ^___^
ReplyDeleteyup katakan hitam adalah hitam, katakan putih adalah putih,
hidup idealisme yg memiliki fundamental arasyi& bersandar pd ilahi !
just face the world sist....with all the power u've got, everything will be alright.. bismillah.. biidznillah
@happyaisyah
ReplyDeleteok2...