Seharian ini, setelah lepas dari kesibukan UAS, aku menghabiskan waktu bersama sahabatku. Buat publikasi acara latansa bareng, buat essay tentang palestina yang mau ditempel di mading fakultasnya, buat headline tentang dunia pendidikan yang semakin mahal, sampai nge-net bareng di departemen biologi. Hehe, seharian ini aku bisa emang lagi ngerasa jadi anak MiPa. Abis serasa di fakultas sendiri aja tadi. Hmm..jangan-jangan aku lagi bosan neh jadi anak psikologi???? Ups, enggak boleh terjadi!!!! Coz aku kan mau jadi orang psikologi sejati. Abis, manusia itu unik banget seh!!! Yah, tapi gak papalah beristirahat sejenak, dan bermain-main di fakultas orang, sekalian membina silaturahmi juga kan sama akhwat-akhwat di sana.
Oh, ya balik lagi ke cerita aku dan sahabatku ini. Alhamdulillah aku telah bersahabat dengannya sekitar 4 tahun. Kami berkenalan dan langsung dekat ketika acara perkenalan PISMAN DUTA (Rohis SMA 2 Tangerang). Sempet ada kejadian lucu juga. Jadi, ceritanya ketika berkenalan di bawah tangga aula atas, aku mendengar ia menyebut namanya krimer, padahal ia menyebut ikrimah. Hehehe, tapi jadinya sampai sekarang aku satu-satunya orang yang memanggilnya krimer. Untungya ia gak marah, dan menganggap itu adalah panggilan kesayanganku untuknya.
Sebenarnya aku juga mempunyai seorang sahabat lagi, namanya Widya. Kami bertiga selalu dikenal dengan sebutan Pisman Angels oleh teteh-teteh di sana, karena kemana-mana kami hampir selalu bersama. Nonton konser nasyid bareng, curhat bareng, makan es buah bareng, pokoknya dimana-mana bertiga mulu deh....Di Pisman Angels, aku dikenal sebagai akhwat yang gak bisa diem (hehehe), Ikrimah akhwat yang bijaksana (tapi kadang-kadang gokhil juga), dan Widya akhwat yang paling lembut.
Pokoknya saat-saat SMA itu bener-bener paling indah. Sampai-sampai ketika itu kami sempat berpikir, bahwa persahabatan kami harus tetap terjalin sampai nanti kami berumah tangga dan mempunyai anak kelak. Bahkan anak-anak kami kalo bisa juga menjadi sahabat seperti ibu-ibunya. Akan tetapi, Allah ternyata punya rencana lain. Allah sangat sayang kepeda Widya. Hanya selang 4 bulan menjelang UAS, sahabatku itu dipanggil oleh Allah. Ia meninggal karena penyakitnya yang dideritanya selama 4 bulan. Sungguh, hanya Allah yang tahu tentang takdir seorang manusia. Padahal, penyakit widya itu bisa dikatakan mendadak. Ia divonis menderita meningistis. Entah apa penyebabnya, tapi yang pasti aku dan ikrimah yakin bahwa widya telah bahagia di sana. Bersama dengan Rabbnya dan para kekasihNya.
Aku tak akan pernah melupakan kisah indah yang telah terlewati bersamanya. Aku dan Ikrimah akan selalu mengenangnya. Akhwat yang tidak pernah berkata tidak untuk menolong sahabatnya, akhwat yang selalu tersenyum dengan ikhlash, dan akhwat TerKalem yang ada di angkatan kami. Kamipun selalu memohon pada Allah, agar saat di akhirat kelak kami juga akan dipertemukan kembali dalam himpunan orang-orang yang beriman. Semoga...(Amin).
Kini aku dan ikrimah insya Allah akan meneruskan harapannya. Kuliah di UI dan mendapatkan prestasi yang terbaik. Oh, Rabbi...masukkan kami semua ke dalam golongan hambaMu yang senantiasa sealau berserahdiri padaMu...(Amin)
mengharukan ukhti.......
ReplyDeletesubhanallah betapa indahnya ukhuwah itu yah......
ohya aku juga nyaris punya pengalaman sama, silahkan buka blogku ajah y!!!